SSDV via IO-86

Pada tanggal 8-9 Januari awal tahun ini, PR-Teksat menjadwalkan event VR Digimode SSDV untuk satelit IO-86. Jadwal diatur untuk menguji apakah SSDV bisa dikirim lewat satelit melalui payload radio amatir. Sebelumnya pengetahuan dan teknis tentang SSDV ini sangat minim. Yang populer hanya teknik untuk menerima / decoding saja. Bahkan teknis bagaimana untuk mengirimkan SSDV pada event ini tidak ada sama sekali. Hanya disediakan waktu dan sarana satelit yang terbuka buat umum untuk uji coba.

Jadi apa itu SSDV? SSDV pada dasarnya adalah versi lain dari format gambar JPEG yang sudah disempurnakan sehingga lebih tahan terhadap kerusakan data. Tidak kurang tidak lebih. Jadi format ini cocok untuk dipakai pada transmisi gambar/foto melalui melalui medium yang kurang reliabel / banyak gangguan, misalnya melalui radio FM.

Format ini dibuat pertama kali oleh Phil Karn. Mengapa unggul, karena format ini menggabungkan gambar JPEG dengan codec Reed-Solomon yang biasa dipakai untuk mengecek validitas keakuratan data, sekaligus memperbaiki paket yang rusak.

Aplikasi SSDV bisa di download disini. Aplikasi ini hanya memiliki fitur utama encode dan decode. Encode untuk mengubah file jpeg kedalam format ssdv, dan decode untuk mengubah format ssdv kembali ke foto jpeg.

Jadi di aplikasi SSDV ini sama sekali tidak ada fitur untuk mengubah dari dan ke transmisi radio.

Di akhir Oktober 2025 ramai event menerima transmisi SSDV dari satelit ASRTU. Selain cara menerima dan mendecode, muncul pertanyaan dasar bagaimana mengirim / transmisi SSDV ini.

Tanggal 1 November tercetus ide untuk mengirimkan SSDV via APRS. tapi seperti diketahui APRS dari IO-86 memiliki jeda antar packet 50 detikan, jadi tidak efektif untuk mengirim paket gambar yang jumlahnya bisa belasan-puluhan dalam satu kali pass. Di hari yang sama juga prototipe file jpeg dalam format ssdv yang bisa ditransmisikan dan diterima lewat audio dipublish. Idenya saat itu ssdv diencode menjadi audio mode bpsk250 menggunakan fldigi. lalu didecode menggunakan fldigi kembali, dan ssdv. Berhasil, tapi tidak efektif karena durasi audionya sangat lama.

Buntu. Sampai di bulan Januari 2026 pr-teksat posting jadwal event lapan. 3 Januari 2026 ramai dibahas ttg event SSDV ini. Minimodem dicoba untuk mengirim SSDV, bisa tapi tidak efektif. Pada bps tertinggi 1000, minimodem tidak reliable di transmisi FM, sebaliknya bila menggunakan bps rendah perlu waktu sangat lama. Amodem tidak luput dicoba. Amodem bagus, mendukung hingga 48kbps, hanya saja antara receiver dan transmiter harus dikalibrasi bersamaan. Hal yang tidak mungkin dilakukan untuk tx rx via satelit. Hamdrm juga ikut dicoba.

Pada tanggal 4 Januari muncul ide YG4SLJ menggunakan direwolf. Ide langsung dieksekusi dan tanggal 5 Januari, script awal sudah bisa digunakan mengirimkan file SSDV menggunakan modulasi AFSK FM / AX25.

Event tanggal 8 dan 9 januari ini terekam observasinya di satnogs. Script ini (file2afsk) bisa didownload dan dilihat source codenya disini

Dan sekarang script sudah banyak disempurnakan. script terbaru diberi nama ssdv2sat. script ini sekarang telah disempurnakan menggunakan AX25 + IL2P. Perbedaan utama dengan AX25 / APRS biasa, adalah pada versi IL2P ini sudah ditambahkan forward error correction (FEC) Reed-Solomon. sehingga paket yang diterima dapat dipastikan valid. Dengan cara ini Reed-Solomon pada file SSDV bisa di nonaktifkan, sehingga ukuran file bisa jadi lebih kecil. Source code script bisa didownload disini

Untuk cara install dan penggunaan bisa dilihat di github tersebut. Tutorial utamanya menggunakan os linux. Untuk pengguna Windows bisa melihat github YG4SLJ disini.

Cara pakai di kedua os tersebut sama.

Berikut tips dan trik tambahan:
1200bps , 2400bps atau 9600bps?
sesuaikan dengan transceiver kamu. untuk handheld FM umumnya hanya reliabel di 1200 dan 2400bps saja. default aplikasi di set di 1200.
untuk mengubahnya bisa edit di file direwolf.conf

Perintah default mengubah gambar menjadi audio wav adalah:
./tx.p CALLSIGN file_gambar.jpg

untuk yang lebih advance bisa pakai:
./tx.p CALLSIGN file_gambar.jpg --max 200 --delay 0.1 --quality 40 --text "CALLSIGN - Halo Amsat!" --max-size 640 640

perintah ini artinya:
ubah file_gambar.jpg menjadi file suara
pecah ssdv maksimal tiap paket 200 byte. delay antar paket 0.1 detik. set kualitas gambar SSDV 40. Rentang antara 1-95. Makin besar makin halus, makin kecil makin pecah gambarnya. Makin tinggi kualitas, waktu transmisi akan makin panjang / lama. Untuk satelit rekomendasi biarkan tidak perlu diatur atau set 20 atau lebih rendah. Opsi –text untuk menambahkan text dalam gambar. Jadi kamu tidak perlu repot lagi mengedit foto hanya untuk menambahkan watermark / text.
–max-size 640 640 artinya ukuran maksimal gambar yang akan diterima adalah panjang 640pixel dan tinggi 640pixel. nanti program otomatis akan meresize secara proporsional.

untuk menerima dan mendecode gambar perintah defaultnya:
./rx.py

untuk yang lebih advanced bisa pakai:
./rx.py -s -v -nl

-s
tampilan menjadi lebih simple, ada persentase / progress bar paket ssdv yang sudah diterima

-v
cetak paket yang diterima dalam format hex ke layar

-nl
sript ini juga bisa menerima paket selain ssdv, misal menerima paket APRS. untuk setiap paket non ssdv akan disimpan di folder output dengan nama nonssdv.

anda bisa bereksperimen dengan memvariasikan nilai angka diatas. untuk uji coba bisa anda lakukan transmit dan receive secara terestrial terlebih dahulu sebelum mencoba ke satelit.

73!